Panggilan telpon terus berbunyi, tapi aku tidak ingin mengangkatnya sama sekali. Karena bagiku, orang yang mampu membohongi orang yang paling dicintainya dikebohongan sekecil apapun, memiliki potensi melakukan hal-hal paling tidak mungkin untuk mendapatkan segalanya demi memastikan segala sesuatunya searah dengan semua yang diinginkannya. Padahal dalam hidup, beberapa hal hanya perlu kita terimakan apa-adanya. Tanpa syarat apapun. Cinta, sudah memiliki hukum-hukumnya sendiri yang mutlak.
Kamu baru saja terbang ke New York bersama pria bermata dalam, transplantasi sumsum tulang belakangnya berhasil, dan dalam rentang waktu itu tidak ada kabar apapun selain telpon yang biasanya ringkih penuh dengan canda-tawa suara kita, kini hanya menjadi sebongkah benda tak berguna. Tak ada kamu disana. Yang ada hanya rasa khawatir dan caci maki pada diri sendiri bahwa jarak benar-benar menjauh 2x lipat ketika tak ada apapun yang bisa digunakan untuk memangkasnya.
Dan setelah hari itu, tak adalagi cerita tentang kejenuhanmu meminum obat, rasa sakit atau suasana mencekam karena rintihanmu menahan sakit. Segala sesuatu menjadi keajaiban, kamu seperti terlahir kembali. Kemudian sahabatku, yang kau panggil pria bermata dalam itu memberikan kabar yang tak kalah mengejutkan, bahwa kamu sudah pulih sepenuhnya, bahwa segala sesuatunya menjadi titik balik dan yang perlu dilakukan adalah melanjutkan impian.Meneruskan langkah, memastikanmu baik-baik saja, dan pergi untuk selamanya...
Home » Surat Imaginasi
06 March 2013
Langit kembali meninggi, membawa senyum pada tempat yang sangat luas, bergerak diantara keping kehangatan yang disebut keluarga. Sahabat. Dan juga, harapan. Kamu telah kembali pulang.
Burung-burung berarak membawa terbang ikut bersorak, seperti aku yang tak henti terus menyimpulkan sebait senyum yang tak lepas sepanjang hari, melukiskan kebahagiaan, kelegaan. Dan juga, harapan.
Selamat sayang, kita merayakan sesuatu lagi, berdiri tepat didepan pintu yang disatu sisi mengurai syukur dan disisi bagian lainnya mengukir rindu. Sedikit membungkukan badan sebagai tanda terimakasih pada mereka yang telah menjadi keajaiban dan memberikan semua hal menakjubkan. Kebahagiaanmu semakin sempurna dengan adanya sebaris kata yang menuliskan namamu di puncak dunia impianmu. Kau memenangkannya. Aku sangat bangga, indah sayang, seperti juga lukisan yang dibuatkan sahabat, mengguratkan kejutan yang akan membekas sebagai kenangan tak terlupakan, memupuk riang, senang. Dan juga, harapan.
Maka tak ada alasan untuk tak melanjutkannya, untuk melengkapi mozaik-mozaik yang tersisa, diantara ruang waktu, rindu, dan cinta yang harus menunggu bertemu.
29 feb 2013
Aku masih menemani kakak ku di Rumah Sakit, operasinya berjalan lancar, bahkan tidak lama lagi sudah boleh pulang, semoga kamu juga ya dear, yes..of course.. :)
Tuhan masih terus mempertemukan aku dengan orang-orang yang luar biasa. Aku memanggilnya Oma. Usianya 64 tahun dear, tapi dia begitu luar biasa, dia masih segar dan bahkan gagah sekali. Oma kuat sekali seperti dirimu dear...Oma berasal dari Bangka Belitung, aku berkenalan dengan Oma beberapa hari lalu, tapi kini kami sudah sangat akrab dear. Jangan cemburu sama Oma ya.. ^_^
Beberapa hari lalu ketika pertama kali datang ke rumah sakit ini, aku melihat Oma terbaring sendirian, melihat jendela yang mengarah ke taman. Tapi senyum tak pernah lepas dari wajahnya, mata sipitnya semakin terbenam ketika dia terus tersenyum.
"Ade sakit apa?" oma bertanya,
Dalam hati aku bilang, "loooh kok dia tau nama aku, dukuun yaa.." #orang tua memang memanggil seperti itu pd yg lbh muda, bodoh! Oke..deal..
"bukan aku yang sakit Oma, kakak ku"
'Sakit apa?' tanya Oma lagi
"saat ini blm tau Oma, masih harus periksa Lab."
Kemudian tanpa kusadari, Oma mengundang masuk keruangan nya, mungkin lebih tepatnya, aku
yang meminta izin masuk untuk mengajak Oma berbincang,
Tanpa terasa canggung, Oma mulai menceritakan banyak hal, kadang kami tertawa kecil mengenai hal2 yang tidak terlalu penting, dan diakhir, Oma menceritakan sakitnya...
Ternyata Oma penyintas seperti kamu dear, mungkin ini yang membawaku pada Oma, selalu hanya tentang kamu.
Oma terkena kanker ovarium, sebelum ini dia sudah melakukan kemo puluhan kali, bahkan sempat
dirawat di Surabaya selama 2,5 tahun, dan yang buat hatiku teriris adalah, Oma sendirian, tak ada yang menemani atau mendampingi, sekarangpun Oma dirawat di rumah sakit inipun sendirian. Kanker Oma sudh stadium tiga, dan besok dia harus sudah kemo lagi, untuk kesekian puluh kali,
Oma seorang pejuang, kegigihan dan semangatnya mengingatkan aku pada seseorang yang aku
sayangi dear, Ikan Mas jelek, kamu, iya, kamu.......
28 Feb 2013 17:54
Kita sudah sepakat bukan?, tidak apa seluruh dunia mempersalahkanku atas apapun itu, tapi harus kamu tau bahwa aku juga mempersalahkan diriku, keras kepalamu, semua kata 'baik-baik saja' yang ternyata sebaliknya, itu semua ternyata tak terjadi seperti seharusnya.
Maaf sayang, kali kita tidak sedang berkompromi pada sesuatu yang bisa ditawar. Aku hanya ingin melihatmu pulih, hanya itu. Aku akan menunggu, berapapun waktu yang diperlukan, aku pastikan aku selalu menunggu. Untuk kamu. Tapi untuk kali ini, izinkan semua proses itu seperti seharusnya sayang.
Maaf jika aku tak bicara lagi, aku tetap mengikuti mu, perkembanganmu dan semua tentang kamu, tapi tidak untuk berbicara lewat telfon dulu, tidak untuk saat-saat ini dear. Aku yakin kamu mengerti. Anggaplah ini adalah semua waktu yang pasti terbayar dengan semua kebahagiaan yang akan datang. Yakini saja, karena itu benar2 akan terjadi, asalkan kamu tetap...patuh.
26 Feb 2013
Kini aku butuh seseorang yang gagah untuk menamparku dengan keras. Aku rasa aku mulai tidak waras sayang, aku mulai kesulitan membedakan mana kenyataan, hidup impian, imaginasi atau cerita khayalan. Aku rasa begitu.
Kamu benar-benar kembali terjaga dear... :').
Jam sudah menunjukan pkl 23.00 WIB aku masih diperjalanan pulang, seperti janjiku sebelumnya, aku hanya akan pulang jika kota Paris sudah beranjak senja, karena aku percaya kamu akan bangun disana. Aku terus menanyakan kabarmu, tapi tetap tak juga siuman.
Aku mulai resah, takut-takut semua keyakinan ini tak terjadi. Ku minta sahabatku itu untuk menyanyikan sebuah lagu atau berkata apapun padamu, anggap saja itu aku. Dia setuju.
Waktu sudah menunjukan jam 00.00 WIB.
"Berhasil akak, akhirnya mas mau, tadi Dd usir mba Ana, hek, sebentar, qt berdua di dlm,
dd pgang tgan mba, mas ngluarin apa yg ada dihati dia buka dialog yg qt mnta, mas menyanyikan 2 lagu dan di bait terakhir mba ngeluarin air mata, dan berbisik ntah bicara apa, kemudian mas membuka alatnya mba melihat dd akak...kemudian kata pertama yang di ucapkan 'nemo mana? Tadi dia disini?' ...Sempurna"
Pesan Dd kita yang aku terima. Kamu benar-benar pulang bersama senja itu sayang.
Dan tak lama, kita sudah kembali berbincang, suaramu masih sangat lirih, lemas, kamu siuman sayang.
Alhamdulillah...Ketika kita percaya dan meyakini sepenuh hati, maka keajaiban selalu bisa terjadi...seperti juga hari ini...Rindu dan semua hal yang terjadi beberapa hari ini, termasuk air mata yang tak terhenti, kini sudah terganti, terbayar impas.
Lekas pulih sayang, kita lanjutkan pada muara rindu berikutnya...
Alhamdulillah...
Terimakasih ya Rabb...Kebahagiaan ini, tak terganti...kebahagiaan ini...entah bagaimana mengucapkannya...Terimakasih...
16:00 25 feb 2013
Kamu kenapa sayang? Kenapa tiba2 berteriak seperti itu, dokter kembali memeriksamu, dan syukurlah kondisi tubuhmu baik saja, mereka hanya tidak tau sampai kapan kamu akan terbaring...apa kamu sedang bersiap dear?....untuk senja ini...untuk terjaga seutuhnya..
Oia, aku sedang mencari gambar, aku kembali meneruskan hobiku ini, karena waktu itu kamu menanyakannya, dan aku jadi teringat kembali, hujan yang kusuka yang biasa kuabadikan. Untukmu dear...selain itu aku sudah tidak sabar menantikannya..senja..dan kuhabiskan waktu agar tak terasa..
Disini sudah jam 4 sore dear, dan masih ada sekitar 7 jam lagi hingga kamu siuman nanti, aku mau bilang apa y..aku masih belum tau, masih kupikirkan untukmu... :)
Apa boleh aku menawar waktu dear? Memajukan beberapa jam dari waktu yang telah diucapkan..karena aku sudah tidak sabar..menyambutmu datang....lekaslah siuman ...
Diberdayakan oleh Blogger.