Hujan menjadi nyanyian langit,
Yang bersenandung lirih bagi mereka yang berjauhan dan saling merindukan
Meski begitu,
Sampaikanlah bahwa kita akan bertahan...
Walau dingin menjadi selimut kenangan,
Yang mendekap hingga ke sendi-sendi penyesalan
Meski begitu,
Sampaikanlah bahwa kita akan bertahan...
Pergi, hanya untuk mereka yang tak memiliki keberanian
Keberanian untuk menerima bahwa yang terbaik adalah apa yang Tuhan berikan...
Maka dari itu...
Sampaikanlah bahwa kita akan bertahan...
Karena pada saatnya nanti,
Impian akan tiba pada muasalnya diimpikan
Dan pada saatnya nanti,
Kita adalah apa yang kita impikan
Maka...
Sampaikanlah bahwa kita akan bertahan.....
Tiba-tiba tawa terhenti
Berubah muram tanpa pesan
Tak ada penjelasan
Tak ada alasan...
Tak menceritakan apapun
Tiba-tiba hati tak lagi menari
Berubah temaram tanpa hiasan
Padahal detik yang terlewati masih baik-baik saja
Tak ada alasan
Tak ada penjelasan...
Salahkah langkah ini?
Salahkah lisan ini?
Salahkah memperhatikannya seperti ini?
Sebutlah apapun itu, ini hanya sebuah....tanya
Sebait celah sunyi tak menemukan bintang
Tak terarah dan tak jua menyerah
Hanya terkulai di secarik lelah
Satu...Dua....Tiga....
Datang dan pergi silih berganti...
Nafas mulai terengah menahan pasrah..
Namun penantian tak kunjung usang..
Anak tangga tak berdasar tak tampak terlihat...Jauh..
Menangkup masa depan pada sebaris kiasan..
Iniliah alunan rindu...
Inilah alunan jiwa-jiwa yang terkurung rasa itu...
Riwayat batin masih tak terbaca
Kesukaan jiwa masih tak diketahui
Meredam dalam senja temaram..
Meredup dalam timbangan biduk..
Bernama...
Partitur hidup........
Sudah cukup,
Aku tidak akan memaafkanmu jika tetap seperti itu,
Mengertilah walau sedikit..
Mimpikan apapun!
Tapi usahakan segalanya!
Aku tidak akan memaafkan diriku jika sesuatu terjadi padamu,
Dan aku juga tidak akan memaafkanmu jika keras kepalamu tetap seperti itu..
Waktu sudah memberikan ruang
Jangan lagi,... dibuang...
